Rabu, 20 Oktober 2021

UNTITLED CHAPTER 1 PART 1

 


UNTITLED

CHAPTER 1 PART 1


Created & Written By Kirizaki




Hari itu masih sedikit lebih gelap dari biasanya, Astro masih sibuk berjalan ke arah basenya. Kota Birch masih ramai walau dini hari, kehidupan seakan tak pernah berhenti berjalan disini. Kota ini masih ramai dengan manusia dan para cyborg, dua bangsa yang secara politik saling membenci. Namun tak pernah seperti itu di underground, justru sebaliknya mereka saling menyukai, berteman baik, dan saling memanfaatkan demi keuntungan masing-masing. Setidaknya segelintir dari mereka benar-benar berteman, secara tulus. Begitulah penilaian dari Astro sendiri kepada beberapa teman cyborg yang ia kenal sejak lama.

Astro sampai di persimpangan, ia hanya perlu berjalan satu blok lagi kearah utara untuk sampai dibasenya. Dipersimpangan itu ia bertabrakan dengan seorang wanita, mereka terjerembab satu sama lain. Mereka terjatuh dan ssaling menatap satu sama lain. “Sialan, apa perlu aku mengganti matamu dengan mata yang sama denganku hah? Dasar bocah tengik sialan !” Astro yang terjatuh bangun dan mengulurkan tangan kepada wanita itu, sekilas ia menatap wanita itu, kearah mata kirinya yang sudah tergantikan dengan mesin dan bola kaca, mata itu langsung melihat kearah Astro dan melakukan scanning. Sinar biru memancar dari matanya dan menscanning Astro dari atas hingga bawah.

Astro terkejut dan bergerak mundur, wanita tersebut kemudian berdiri dan meludah kearahnya sambil berkata “Dasar manusia murni, menjijikan.” Sambil kemudian menoleh dan berjalan pergi dengan jengkel.

Astro hanya tertawa dan melihat kearah lain, ia tak tahu kalau menjadi manusia tanpa modifikasi menjadi masalah sekarang. Orang-orang melihat pertikaian sebelah pihak mereka berdua sambil berbisik dan berusaha menghindar, sudah menjadi peraturan tak tertulis di Birch, hindari jika tak mau mati.

Astro terus berjalan kearah utara setelah melewati persimpangan tadi, di ujung jalan Mothberg sebelah kiri dari arah persimpangan yang ia lewati. Astro melihat sekumpulan orang berkumpul ditengah club sambil berbincang, dari sebagian tangan mesin, kaki-kaki mesin yang mengeluarkan cahaya dan sebagian dari mereka berwajah setengah robot Astro bisa langsung menilai.

Club Birch malam ini akan berisi penuh dengan para Cyborg yang kaya dan menyebalkan.  Ia melupakan hal itu dari pikiranya dan terus berjalan, di depan gerbang base ia disambut oleh paman Winnie. Winnie Oh Young adalah seorang manusia sama seperti Astro, usianya 53 tahun bertubuh gempal dan berjanggut tebal dan punya raut wajah yang ramah, serta beraksen ghetto, aksen yang sudah lama dilupakan. Astro sudah menganggapnya sebagai pamannya sendiri sejak ia kecil, sejak ia dibesarkan di Distrik terbuang ini, di Base ini.

“Yoo Astro my boy whats up men? What you got there homie?” Tanya paman Winnie sambil merangkul Astro dari samping.  “Oh paman diamlah dan berhentilah berbicara dengan gaya itu, kau itu Asia aksen yang sudah mau punah itu tak pernah cocok untukmu.”

“My boy Astro, dengar nak. Selalu ingat kata-kataku jangan pernah melupakan siapa kita dan asal usul kita. Aku tumbuh dan lahir dengan keturunan-keturunan orang dari kota Los Angles, walau  budayanya sudah punah sekarang, tapi aku tetap membawanya dihatiku hingga sekarang. Remember son, proud to be a human,”  kata paman Winnie sambil menunjuk ke dada kiri Astro.

“Ya ya ya, baiklah paman baik. Ini kesekian kalinya kau bicara begitu padaku. Kau mau terus bercerita atau mau makan? Aku bawa makanan, cukup sulit menemukan yang seperti ini sekarang. Kau taukan bagaimana pengamanannya bulan ini?” Astro menunjukan sebungkus besar mie ramen dan hot dog dalam kemasan yang ada di sakunya. 

Paman Winnie terkesima dan kegirangan, “Homie, luar biasa sekali kau dapat itu dari mana? Ahh aku sangat merindukan makanan ini. Sudah muak aku makan makanan yang dibuat di lab kau taukan, well aku rasa kita semua tau kadang seonggok kotoran jauh lebih nikmat dari makanan para cyborg.” Astro dan paman Winnie tertawa sambil menutup gerbang base dan berjalan ke rumah mereka berdua.

Base ini adalah satu-satunya base yang tersisa di Distrik Johtron sejak 30 tahun terakhir, oleh karena itu base ini hanya dihuni oleh segelintir masyarakat yang sudah tua. Mayoritas manusia yang tinggal disini hanyalah lansia dan beberapa anak kecil. Hanya Astro yang berusia belasan tahun, lebih tepatnya 15 tahun. Maka dari itu Astro lebih banyak menghabiskan waktunya diluar base untuk berpetualang di kota. Tak banyak yang bisa ia lakukan dengan anak-anak berusia 5 hingga 9 tahun dan beberapa lansia.

Salah seorang nenek berteriak dari seberang jalan dan menyapa Astro dan Winnie. “Hei kalian para pencari onar, mampirlah kemari dan makan malam disini !” kata Welis dari jauh, nenek berperawakan kurus dan pendek berambut ikal putih yang selalu menyapa Astro setiap ia pulang berkeliling kota.

“Kulakukan besok nyonya Welis, aku dan paman sedang menyiapkan hidangan spesial !” teriak Astro dari kejauhan. “ohh begitukah, hati-hati dengan sampah yang kau ambil Astro itu mungkin mengandung radio aktif.”

“Jangan hiraukan anak ini nyonya Welis, aku akan menjaganya dengan baik.” Kata Winnie sambil tertawa.

Nyonya Welis hanya melambaikan tangan seraya mereka berdua berjalan menjauh. Base ini terdiri dari beberapa rumah kecil yang berderet dan terbagi menjadi dua bagian diantara jalan utama dari base ini. Jangan bayangkan rumah-rumah abad ke 21 yang sudah semua punah setelah perang besar. Rumah-rumah di abad ini jauh lebih modern, dan hampir semua hanya menggunakan bahan metal. Tak adalagi konstruksi bangunan yang menggunakan batu bata ataupun genting ataupun beton baja, bahan-bahan lama itu sudah lama ditinggalkan penduduk kota Birch. Semua terbuat dari metal dan semua bangunan di base ini berbentuk sama. Bangunanya hanya berbentuk kotak dan persegi panjang dari ujung ke ujung. Paman Winnie pernah bercerita kepada Astro hal ini dulu dilakukan untuk mempermudah para pengungsi memilih tempat tinggalnya tanpa harus perlu membeda-bedakan rumah mana yang mereka sukai.

Bangunan disini memang lebih modern, namun tetap usang dan kumuh. Astro terkadang berharap bisa tinggal di bagian kota yang indah dan gemerlap dengan bangunannya yang megah dan indah seperti di Distrik Wellsberg tempat para cyborg elit tinggal. Namun ia sadar semua itu hanya mimpi dan sulit bagi astro untuk mewujudkan mimpi tersebut, namun ia tak pernah berhenti berharap akan hal tersebut.

Mereka berjalan kearah rumah mereka nomor 49, berada di paling ujung base dan paling berdekatan dengan pintu belakang base yang langsung menuju ke arah pembuangan sampah dan limbah kota Birch. Winnie menempelkan mata ke kamera pengaman kecil yang ada ditengah pintu dan pintupun terangkat dan terbuka karah atas dan mereka berduapun masuk.  

 

Setelah makan malam mereka masih berbincang, merasa sedikit penat. Astro mengajak paman Winnie untuk naik ke ruangan bintang lantai atas. Ruangan bintang tidak adalah ruangan yang Astro design sendiri untuk mengamati galaksi local di gugus galaksi bumi. Sudah terlewat hampir seratus lima puluh tahun lebih sejak manusia bisa menginjakan kaki ke setiap planet di tata surya dan mulai mengunjungi beberapa tata surya lain di galaksi kita. Pemerintah sendiri sedang merencanakan untuk melakukan perjalanan antar galaksi, untuk melakukan penjelejahan lebih jauh mengenai gugus galaksi kita dan galaksi local lainnya disekitar kita.  Namun masih butuh perencanaan yang lebih matang, dan tidak ada satu manusiapun yang akan dikirim dalam ekspedisi itu pastinya, pikir Astro.

Paman Winnie duduk di tempat duduk khusus untuk melakukan pengamatan, kursi tersebut secara otomatis naik keatas dan merendahkan posisinya hingga membuat paman Winnie berada pada posisi berbaring, kacamata layar navigasi hologram muncul secara otomatis di depan wajah Winnie dan menampilkan grafik pada sisi bawah dan atasnya tentang bagaimana kondisi di angkasa dan memberikan visual langsung bagaimana permukaan yang ada pada tiap planet secara detail dan jelas. Astro melakukan hal yang sama, dan berbaring di kursi pengamatan kedua di samping Winnie.

Winnie menggeser layar navigasi kearah Astro dan secara otomatis menampilkanya di hadapan Astro, layar itu menampilkan lubang cacing yang cukup besar yang ada tepat ada di atas kota Birch. Hanya saja ada sejauh beberapa mil di angkasa, tepat di atas Statospher. “Ada apa dengan lubang transportasi paman?”

“Kau tau nak, aku pernah mendengar cerita kakekku dulu mengenai lubang cacing. Ia pernah bilang bahwa hal itu adalah penemuan terbesar di masa mudanya, lubang cacing sebagai jalur transportasi super cepat antar planet dan tata surya lainnya. Memudahkan perjalanan ekspedisi luar angkasa yang sebelumnya hampir mustahil dilakukan, sekarang semudah membalikan telapak tangan, well tidak semudah itu secara harfiah tapi aku yakin kau tau maksudku.” Astro tertawa dan berkata “lanjutkan paman, aku masih mendengar.”




“Iya dan menurutku hal ini masih sangat luar biasa menurutku, lubang cacing besar dengan diameter luar berwarna ungu. Apa suatu hari kau berharap bisa melewati hal tersebut dan datang ke planet atau tata surya atau bahkan galaksi lain yang kau tidak pernah lihat sebelumnya ?”

            “Ya, aku akan melakukannya sebelum aku mati.” Kata Astro sambil memandang langsung kelangit dan menutup layar navigasinya. “Kau tau aku kadang lebih menyukai memandang langit secara langsung dari pada melihat layar itu, yah walaupun banyak mobil pengangkut yang berlalu lalang pada jam ini.” Kata Astro sambil menunjukkan mobil jet besar yang membawa bongkahan muat yang berlalu lalang sesekali diatas mereka.

            “Ya, aku rasa kau benar, well sebenarnya aku berharap untuk menggunakan beberapa peralatan keras kita untuk menyingkirkan mereka dari pandangan kita sesekali.” Mereka berdua melihat kearah lemari besi penuh dengan barang temuan mereka dengan banyak tombol navigasi di sebelah kiri mereka.

            “Aku rasa itu bukan ide yang baik.” Jawab mereka bersamaan sambil tertawa.

            Pada tengah malam Astro tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan terduduk dikasurnya, ia masih ingat beberapa jam lalu ketika ia membicarakan lubang cacing dengan pamannya. Dan kali ini ia terbangun karena mendengar suara guncangan yang cukup bising diatas rumahnya, ini bukan pertama kali ia mendengar hal tersebut terjadi di atas rumah ini. Sering kali beberapa mobil jet pengangkut menjatuhkan beberapa potongan puing sampah yang berasal dari distrik pusat diatas atap kaca rumahnya. Tepat diatas ruangan bintang yang atapnya beralaskan kaca horographic yang transparan, hal ini membuat Astro kesal sesekali karena sulit melihat angkasa jika ada kotoran diatas atap rumahmu bukan?

            Tapi kali ini Atsro tau betul bahwa ini bukan suara tersebut, ini jauh lebih keras dan jauh lebih tinggi asalnya. Ia melihat ke pojok kamarnya yang berwarna keunguan. Interior kamar Astro lebih mudah dijelaskan sebagai anak laki-laki yang senang berpetualang menurut Winnie pamannya. Karena setiap temboknya berisikan potongan sobekan buku, coretan gambar dan lukisan dari abad 21 satu yang telah lalu, beberapa alat canggih ciptaanya sendiri yang ia pajang pada pojok kiri kamarnya. Untuk melengkapi keanehan anak ini, ia menerangi seluruh ruangan kamarnya yang serupa dengan kabin kapal ruang angkasa ini dengan lampu ultra light rgb yang akan berubah warna sesuai dengan moodnya.

Sayangnya moodnya kali ini sedang was-was dan seluruh ruanganpun berwarna merah terang, ia menyesali keputusannya mengenai lampu tersebut pikirnya. Dentuman keras kembali terjadi, satu kali.... dua kali.... dan akhirnya ketiga kali. Dentuman ketiga terasa lebih dekat dari dentuman yang kedua, seakan ada benda dari langit yang mendekat dan semakin mendekat ke tanah. Ia langsung berlari keluar keluar dari kamarnya, kakinya tersangkut sarung tangan elastis yang ia buat minggu lalu. Sehingga ia jatuh dan terjerembab, kali ini ia tak menghiraukan hal tersebut dan terus berlari kearah luar dan menaiki tangga putar otomatis yang ada didepan kamarnya. Ia naik ke ruang bintang untuk melihat lebih jelas.

Astro berlari kearah dan menorobos pintu dan meraba tembok yang ada disebelah kirinya, ia menemukan tombol tersebut dan kemudian menekannya dengan keras. Langit-langit ruangan itu terbuka kearah yang berlainan dan memperlihatkan lapisan kaca pelindung dibaliknya dan memperlihatkan langit malam dengan jelas.

“Ohh ini gila.” Itu adalah kata-kata pertama yang dikatakan Astro ketika ia menengok kearah atas, ke langit malam yang ditatapnya beberapa jam lalu bersama Winnie.

Sebuah pesawat kecil terlihat memasuki atmosfer kota Birch dan hendak jatuh kearah kediamannya. Astro tidak yakin apakah pesawat itu akan tepat jatuh kearah rumahnya, ia mengamatinya lebih erat selama beberapa detik dan menghitung jarak, kecepatan, dan arah jatuhnya dengan cepat. Semua itu dilakukan didalam kepalanya hanya dalam hitungan detik saja, dan ia menemukan titik kordinat yang tepat.

Tanpa pikir panjang ia berlari melewati koridor dan menuruni tangga putar otomatisnya, dan berlari melewati ruang tamu. “Jangan berlari Astro, berhentilah tidur sambil berjalan. Kau sudah terlalu besar untuk itu.” Teriak Winnie dari dalam kamarnya yang baru saja di lalui Astro. Tapi Astro tidak bergeming, ia langsung membuka pintunya rumahnya sambil berlari dan menyambar sepatunya yang digantung dipintu. Ia kemudian melempar sepatu yang hanya berbentuk alas tersebut ketanah dan menginjaknya sambil berlari kearah yang ia yakini sebagai titik pendaratan pesawat tersebut. Secara otomatis sepatu tersebut berubah bentuk dari alas kaki menjadi sepatu lengkap sebagai pelindungnya dengan dorongan jet kecil tepat ditumitnya. Ini membantu Astro berlari lebih cepat karena sepatu tersebut memberikan dorongan sembari ia berlari. Astro tak pernah menyesali mulai merakit benda ini musim panas lalu, tidak hingga sekarang. Ini pertama kali ia menggunakan alat ini setelah beberapa percobaan yang gagal, dan ia bekerja dengan sempurna disaat yang memang Astro sangat butuhkan.

Ia terus melihat keatas, pesawat itu semakin dekat ketika ia sampai di area pembuangan setelah ia memutari rumahnya dan masuk lewat pintu selatan pembuangan. Area itu adalah area yang tak ingin di datangi penduduk kota Birch. Bukan karena pemerintah kota Birch, karena Astro sendiri juga tidak yakin ada yang mau mendatangi tempat itu juga dibayar sekalipun. Itu tempat pembuangan berbagai macam alat teknologi dan limbah metal dan komponen-komponen dari mesin-mesin selama 150 tahun terakhir. Penduduk kota khususnya cybrog menganggap tempat itu adalah tempat yang berbahaya dan menjijikan, mengingat isinya adalah barang-barang rongsok dari masa lalu. Namun astro menganggapnya adalah pulau harta karun berisi banyak hal yang bisa di temukan. Kali ini ia kesana bukan untuk menelusuri tempat itu. Tapi untuk berlari mengejar pesawat kecil yang dalam beberapa detik mendarat melewati kepala Astro dan jatuh tepat beberapa ratus meter di hadapannya. Pesawat itu menghantam gunung sampah rosokan dan perkakas dengan keras, hingga terus terseret sejauh beberapa meter meninggalkan jejak api yang panjang dan membelah gunung sampah yang di laluinya.

Atsro terus mengejarnya sambil terus berteriak “Astaga ini luar biasa sekali. Astaga !!” sambil mengusap-usap rambutnya karena panik sekaligus bergembira, dan ada sedikit perasaan sedih karena ia takut ada awak pesawat kecil yang terluka didalamnya. Ia hanya berharap jika memang ada orang didalamnya. Ia bisa selamat, tidak ia harus selamat pikir Astro.  


Astro terus berlari dan mulai kehabisan nafas hingga akhirnya kakinya berhenti melangkah. Tepat didepan tumpukan rongsokan di depan ia berdiri bangkai kapal kecil itu berada. Astro sampai tidak mengedipkan matanya, ini pertama kali ia melihat hal seperti ini di hidupnya.

Kapal itu berupa kapal awak kecil berbentuk pod penyelamat, Astro mengira ini memang pod penyelamat dari kapal induk besar yang ada diatas sana. Kemungkinan besar itu terjatuh karena suatu hal, entah itu penyelamatan diri karena kapal induk yang sudah tak bisa ditempati atau pendaratan darurat karena suatu hal.

Namun satu yang pasti, Astro melihat pod kecil itu dihadapannya. Pod itu berwarna putih, hanya ada satu jendela kecil di samping pintu masuk. Posisi pendaratannya tidak cukup bagus, melihat bagian pintu yang ada diatas sehingga membuat pod kecil ini terbalik dan menyulitkan Astro untuk bisa melihat kedalam. Ia berjalan untuk mendekat, jantungnya terus terpompa dengan cepat seakan ia sedang berlari sekencang-kencangnya.

Ia sampai kearah pod tersebut dan menyentuhnya, langkah yang buruk karena dalam sepersekian detik tanganya terpanggang. “ahhhh !!”

“Sial, aku lupa soal tekanan atmosphernya. Sial ini menyakitkan.” Teriak Atsro sambil bergerak mundur dan memegangi tangannya. Ia bergegas untuk naik lebih tinggi kearah samping pod tersebut untuk bisa melihat bagian dalamnya, ia hanya terus berharap dalam hati bahwa orang didalamnya bisa selamat. Ia sampai di tumpukan yang lebih tinggi, dan berhasil melihat kedalam pod tersebut. Saat itu juga jantungnyapun berhenti, ia sadar bahwa keinginanya telah terkabul. Ia melihat seorang gadis di dalam pod tersebut, gadis itu terikat di kursi penumpang lengkap dengan baju yang mirip dengan legimen galaksi. Hanya saja baju ini terlihat lebih kuno karena berukuran sangat besar, ia merasa pernah melihatnya di suatu tempat.

Ia segera melupakan hal tersebut, ia memukul pipinya dengan keras. “Aku harus mengeluarkannya.” Terjadi keheningan sesaat, “Aku butuh alat-alatku.”

Iapun mengambil menekan jam pengontrol kecil yang ada di lengannya. “Aku tak ingin membangunkanmu quicko, tapi aku tak punya pilihan.” Katanya sambil berbisik, ia pun meembuka jendela navigasi dan layar hologram muncul di hadapannya. Ia menampilkan gambar sebuah robot anjing kecil, ada tombol bertuliskan awake ia langsung menekannya.

Beberapa ratus meter di kediaman Astro, di kamarnya. Sebuah anjing robot kecil yang sedang terlelap di atas sebuah tempat tidur anjing kecil sedang tertidur lelap. Pada detik yang sama ketika Astro menekan tombol tersebut, kasur Quicko berwarna merah. Dan ia pun terbangun dari tidurnya.  

Quicko segera lompat dari tempat tidurnya, ia mengibaskan ekornya dan menggong-gong layaknya anjing kecil yang hidup. Ia segera berlari keluar rumah, ketika melewati pintu kecil untuk hewan yang ada dibagian pintu depan rumah. Kaki quicko mengeluarkan api dan mendorongnya dengan tenaga jet kecil yang sudah di design oleh Astro agar tidak terlalu berlebihan dan pas dengan ukuran tubuh robot anjing kecil tersebut.

Quicko melesat dan terbang dengan ketinggian yang rendah langsung menuju tempat Astro berdiri tepat di samping pod tersebut. Di sisi lain tempat pembuangan Astro melihat cahaya dari kejauhan dan ia tahu betul apa yang datang, ia segera turun dari gundukan tersebut dan bersiap untuk melakukan sesuatu.

Quicko melesat di udara dan mendarat tepat di hadapan Astro bagaikan roket kecil, robot anjing kecil itupun menggonggong dengan menunjukan ekspresi senang sambil mengibaskan ekornya.

“Maaf aku membangunkanmu kawan, aku tak ingin melakukan itu sebenarnya. Tapi aku sendiri tak punya pilihan.” Kata Atsro sambil mengelus-elus kuping Quicko yang terbuat dari titanium padat level 9 yang telah di padatkan. Jauh berbeda dari perasaaan asli ketika kalian mengelus anjing peliharaan kalian yang hidup, tapi ini cukup pikir Astro.

“Aku pinjam beberapa peralatanmu, tahan sebentar ya.” Astro menunduk dan membuka tombol navigasi yang ada di punggung Quicko. Jendela perintah terbuka dan ada laci penyimpanan kecil yang keluar dari sisi punggung Quicko menampilkan beberapa alat kecil.

Aku mengambil salah satu alat berwarna perak yang berbentuk pengait kecil, ia juga mengambil sebuah sarung tangan mekanik yang segera ia kenakan di kedua tanganya. Ia pun berlari kearah pod yang mendarat tadi, dan berdiri di sampingnya untuk bisa naik ke gundukan sampah dan memposisikan bahunya agar lebih tinggi dari pintu masuk pod tersebut yang ada di bagian atas.

Ia mengenakan sarung tangannya, dan memegang kedua pintu tadi yang masih terasa begitu panas. Sarung tangan itu mengeluarkan cahaya dan menarik kekuatan magnetic yang cukup besar dari sekelilingnya, sarung tangan inipun berubah bentuk dan memanjang menyelimuti seluruh lengan Astro hingga ke bahunya dan memberikan dirinya kekuatan tambahan. Astropun mulai menarik pintu tersebut, dan sarung tangan itu dengan daya dorong yang kuat berhasil membantu Astro membuka paksa pintu tersebut.

Ia melempar jauh pintu tersebut dan mengeluarkan pengait kecil yang tadi ia ambil, dan mengarahkannya ke gadis yang ada di dalam pod tersebut. Ia melihat gadis tersebut masih dalam kondisi tidak sadarkan diri, namun cara ia bernafas terlihat sedikit lebih lega dari sebelumnya. Aku rasa ia bisa bernafas lebih lega berkat aliran oksigen yang lebih baik sekarang, pikir Astro sesaat. Ia memencet tombol yang ada di alat pengait yang berbentuk pistol tersebut, alat itupun mengeluarkan tangan mekanik kecil yang mengarah langsung ke gadis tersebut. Tangan mekanik tersebut memotong sabuk pengaman yang mengikat badan sang gadis, dan ketika semua sudah terlepas. Tangan menanik itu melilit tubuh sang gadis dan menariknya keluar.

Astro bergerak mundur untuk memberikan ruang, ia berdiri di permukaan tanah yang lebih rata dan menarik mundur alat pengait miliknya. Ketika ia melihat gadis itu mendekat dan berada tepat di depannya. Ia sempat terkejut karena menyadari gadis itu sedikit lebih muda dari bayangannya. Bahkan ia merasa mungkin mereka sebaya, dan hal ini menjadi pertanyaan sendiri di benak Astro. Bagaimana seorang gadis seumurannya bisa berada di pod penumpang yang berasal dari kapal induk, yang seharusnya seluruh crew kapal induk adalah para orang dewasa yang terpilih. Ia tidak pernah mendengar ada seorang anak yang dipilih oleh Birch untuk melakukan misi ekspedisi.

Ia tertegun sejenak dengan lamunanya, dan kemudian ia tersadar. “Sial, ini bukan waktunya untuk ragu.” Astro segera menghentakan kakinya untuk menyalakan sepatu jetnya, ia menggerakan tangan mekanik di depan tubuhnya sambil membantu menopang gadis tersebut dengan tanganya sendiri. Pengait ini belum pernah ia gunakan untuk mengangkat beban seberat ini sebelumnya dan ia khawatir akan terjadi kesalahan sistem karena motor yang menggerakannya tidak kuat menahan beban sebelum ia bisa sampai ke kediamannya.

“Sedikit lagi, sedikit lagi tahan tahan kumohon!” Quicko mengikuti di belakangnya dan mereka melesat dengan cepat kearah rumahnya.

Astro melesat dengan cepat, dan menerobos pintu masuk yang terbuka dengan paksa. Ia segera mematikan sepatu jetnya dan menaiki tangga otomatis menuju kamarnya. Ia membaringkan gadis itu di tempat tidurnya sendiri.

Ia kemudian berdiri dengan nafas tersengal-sengal, sambil mengelap keringat yang ada di dahinya ia melihat kearah gadis yang masih pingsan tersebut. Rambutnya coklat, garis wajahnya lembut namun ekspresinya yang sedang tak sadarkan diri memberikan gambaran yang tertekan keras. Seakan ia baru saja mengalami hal yang menyulitkan dan menyesakan.

Hidungnya mancung dan bibir dan matanya mirip dengan beberapa gambaran gadis amerika lama yang pernah ia lihat di reruntuhan museum lama yang ada di sebelah barat kota. Astro ingin mengamatinya lebih dekat, namun ada ketakutan di hatinya.

“Nak, kau sudah besar rupanya.” Suara dari belakang Astro, hal ini membuat Astro melompat karena terkejut. Ia pun melihat pamannya Winnie berdiri di pintu sambil bersandar dan tersenyum.

“Paman apa yang kau lakukan? Kau bisa membuatnya terbangun !” Jelas Astro sambil terkejut dan berbisik. “Aku rasa aku mengganggu, akan aku biarkan kalian dan menikmati masa mudamu nak.” Kata paman Winnie sambil tersenyum berusaha menggoda Astro.

“Apa? Tunggu dulu ini bukan seperti yang kau pikirkan, aku menemukan orang ini di pembuangan, pesawat pod kecil yang membawanya jatuh di sana. Aku melihat lintasan orbitnya beberapa menit lalu dan langsung mengejarnya hingga ke jalur pendaratan dan disana aku menemukan orang ini!” Jelas Astro sambil terengah-engah.

“Usaha yang bagus nak, tapi ayolah silahkan nikmati malammu. Aku harap ini jadi malam terbaikmu. Hahaha.” Winnie hanya tertawa dan berusaha pergi dari kamar sebelum Astro berdiri di hadapannya dan melarangnya untuk pergi.

Astro berdiri dengan tegang di hadapan pamannya, ia kemudian menatap pamannya dengan serius sambil mengeluarkan hologram dari jam tangannya yang menampilkan gambar sebuah pod yang mendarat di tumpukan rongsokan.

Winnie membuka matanya lebar dan terkejut, ia memegang rambutnya sambil menatap layar hologram tersebut. “Jadi kau bukan sedang melakukan kencan dengan seorang gadis dan berhubungan sex di kamarmu mengenakan pakaian luar angkasa lama?”

“Apa? Tentu saja bukan! Ini situasi serius paman, aku tak punya waktu untuk itu.” Jelas Astro dengan ketus. “Padahal aku berharap kau akhirnya mulai dewasa dan menemukan gadis yang kau suka. Walaupun mungkin caramu agak aneh dengan mengenakan pakaian itu, aku tau kau ingin berekspedisi tapi aku rasa hal itu tak perlu masuk kedalam fantasy sexsmu.” Jelas pamannya sambil mengusap-usap dagunya dan berpikir.

“Ah sudahlah, aku tak ada waktu untuk itu, sekarang apa yang harus kita lakukan dengan gadis itu?” Terang Astro dengan jengkel.

Merekapun kembali kedalam kamar, Astro berdiri di sebelah kiri tempat tidurnya dan Winnie berdiri di sebelah kanan. Mereka memperhatikan si gadis dengan baik, dari ujung kaki sampai kepala. Mereka menyadari bahwa pakaian gadis ini masih terlihat baru untuk pakaian luar angkasa yang ratusan tahun lalu digunakan. Seharusnya tim ekspedisi sekarang sudah mengenakan pakaian hyper protection yang jauh lebih ringan, nyaman dan 10 kali lebih aman dari radiasi cosmic yang ada di luar angkasa. Tapi gadis ini berbeda, dan hal ini membuat Astro takut akan hal tersebut.

“Aku rasa kita perlu melepas pakaiannya, dan menyimpannya ditempat peralatanmu. Buat partikelnya jadi lebih kecil dan simpan dengan hati-hati. Aku punya firasat yang buruk soal ini nak, dan kita harus melakukan sesuatu dengan kapal pod kecil yang gadis ini tumpangi ketika mendarat disini.”

“Apa ini soal scavengers? Polisi-polisi galaxy itu?” Tanya Astro sambil duduk di tempat tidurnya. “Ya, dan aku tak tahu butuh berapa lama hingga mereka tahu pelanggaran lalu lintas angkasa mereka di tembus tanpa izin. Karena aku tau pod itu tidak tampak seperti yang biasa kita pelajari dan lihat di tim ekspedisi. Ini seakan datang dari pesawat yang berbeda dan tak memiliki izin resmi untuk mendarat. Kita juga tidak tahu mengenai gadis yang kau bawa ini, kita harus mencari tahu lebih dahulu. Sebelum itu kita harus membiarkan ia beristirahat hingga ia sadar, dan kita bisa tanyakan langsung dari mana ia berasal, asal squadron dan lainnya.”

 

 

 

48 JAM SEBELUMNYA

GALAKSI MILKY WAY 10.000

TAHUN CAHAYA DARI ORBIT BUMI

ORBIT BINTANG 179

KORDINAT 123* 34* 98* 04* 199712*

 

            Pesawat Induk nomor 2.

 

Katherine sedang berada di kockpit dengan beberapa pilot lainnya. “Dengar aku James, anak itu tidak akan bisa bertahan lebih lama. Misi ini di buat untuk menemukan jalan ke ke peradaban itu, aku tak ingin perjalanan ini berlangsung lebih lama lagi. Aku sudah cukup lelah, kau lihat pesawat ini sudah terombang ambing entah berapa minggu. Kita harus...” Tukas Katherine kepada James.

“Aku tau Kate, diamlah aku sedang memikirkan jalan keluarnya. Kalau aku panik maka akan menjadi malapetaka disini. Aku tak ingin terburu-buru dan membahayakan orang-orang yang ada disini.” Bantah James sambil melihat jendela navigasi untuk menentukan kordinat.

“Lalu apa rencanamu sebelum seluruh bahan bakar kita habis bersama semua supply yang ada?” tanyanya kepada James.

James hanya menatap Katherine dengan lekat, ia hanya mengerutkan dahinya dan berpikir cukup lama tanpa berkata apapun, ia kemudian memalingkan wajahnya dan melihat ke sekeliling kapal.

“Cap, aku rasa kau ingin melihat ini.” Teriak Ernie seorang navigator asissten dari arah belakang kockpit.

“Bicara Ern.” Jelas James singkat. “Aku melihat sebuah medan magnetic kuat tiba-tiba saja terbentuk sejauh beberapa ribu mil dari sini. Aku tidak yakin apakah itu gangguan hujan cosmic, tumpukan asteroid yang membentuk medan magnet atau justru kordinat yang kita cari.”

James segera mendatangi meja Earnie yang ada di belakangnya dan menatap layar navigasi dengan cermat. Ia melihat sekumpulan energi magnet yang berkumpul pada satu titik kordinat, dan jaraknya yang memang tidak terlalu jauh dari sini. Jika mereka terus melaju dengan pesawat ini dengan kecepatan yang sekarang mereka akan tiba disana dalam 3 menit.

“Apa kau ingin kita merubah rutenya? Jika menurutmu ini hal yang....” Earnie hanya menatap James dengan ragu

“Jalankan saja, jangan mengubah apapun saampai aku memberikan aba-aba padamu, apa kau paham?” Jelas James. “Baik cap”

Katherine yang ada disitu mulai merasa khawatir, “Apa kau yakin? Aku tak pernah melihat medan magnet yang sekuat ini. Aku rasa bukan ide yang baik kita tetap terus berada di rute ini dan menuju langsung kesana tanpa melakukan observasi pada medan energinya. James, aku rasa kita harus mengulur sedikit waktu. Lakukan observasi dengan tim identifikasi lapangan dan olah partikelnya. Setelah itu kita baru coba untuk mendekat.”

“Aku ingin sekali mengikuti idemu Kate, tapi kau sendiri yang tadi bilang mengenai keadaan kapal ini. Jika kau masih ingin terjebak di kapal ini dan tidak dapat menemukan apa yang kita cari sampai waktunya habis, silahkan kau paksa aku untuk mengubah rutenya dan mulai masuk ke lab observasi.”

Kate hanya melihat James dengan cemas, ia merasa jengkel dan menyesali apa yang ia katakan kepada James sebelumnya. Namun ia sudah sampai titik ini, para awak kapalpun sudah lelah dan mereka tidak bisa kembali ke bumi sekarang, tidak dengan situasi yang terjadi disana. Mereka hanya bisa maju atau mati di angakasa ini.

            Kateherine menarik nafas panjang dan melihat kearah kockpit, kearah ruang angkasa luas yang berisi partikel hitam tanpa batas dan tanpa tau kapan dan dimana ujung dari ruang hampa ini.

            “Baiklah, lakukan.” Kata Katherine sambil terseyum masam.

“Nyalakan mesin pendorong, kita pergi ke rute yang sudah di tetapkan. Kencangkan sabuk anda saudara-saudari. Kita akan sampai ke tempat yang kita cari, dan kita akan menyelesaikan misi ini, segera. Demi Bumi !!!” James berteriak dan berusaha membangkitkan semangat seluruh awak kapal.

            Merekapun berteriak dan berseru bersama karena merasa bersemangat dan menanamkan kepercayaan tinggi kepada kapten mereka. James melihat lurus kearah kockpit, matanya memancarkan keyakinan yang luar biasa. Ia tak akan pernah menyia-nyiakan pengalamanya dalam melakukan ekspedisi, ia menyiapkan seluruh hidupnya untuk misi ini. Dan ia tak akan mau membuatnya menjadi hal yang sia-sia. Ia harus berhasil pikirnya, ia harus menemukan pintu masuknya.

“Aku datang, bersiaplah.” Kata James sambil tersenyum


To be continue...............






Halo, rasanya sudah lama sekali admin gak post apapun di blog ini. Sudah dua tahun lamanya admin gak post apapun, kalau boleh jujur admin sampai lupa kalau punya blog hahaha. Sebelumnya admin mau minta maaf untuk teman-teman pembaca yang sudah pernah baca postingan admin dari 2017 hingga sekarang, karena tidak bisa memenuhi ekspetasi kalian untuk selalu upload hingga sekarang. Banyak hal yang sudah terlewat selama 2 hampir 3 tahun terakhir. Admin sudah lulus dari kuliah dan sekarang sibuk kerja di perusahaan swasta multinasional. Biasalah pekerjaan kantoran yang membosankan, gak ada yang perlu dibanggakan. Selama ini juga admin cukup bersyukur karena admin tidak berhenti untuk meneruskan passion dan hoby admin yaitu menulis. Sampai detik ini admin sudah nulis beberapa naskah fiksi yang kalau admin punya rasa percaya diri yang lebih dan kalau memang tulisan admin cukup bagus mungkin bisa jadi sebuah novel fiksi pada akhirnya. Tapi sepertinya keberanian admin belum sampai sana dan selama 2 tahun terakhir admin hanya keep untuk diri sendiri. Moment mengejutkannya terjadi hari ini, tanpa sengaja setelah berabad-abad admin discover kembali blog lama milik admin ini. Setelah diskusi dengan patner akhirnya admin berani untuk mencoba memposting beberapa potongan dari naskah yang sudah admin buat selama ini yang admin keep sendiri. Kalau sebelumnya admin lebih sering bahas anime tekno dan beberapa informasi lain. Kali ini admin benar-benar berani untuk memposting naskah-naskah karangan admin sendiri ke blog ini. Dengan harapan hanya dua hal, menambah keberanian dan semangat admin untuk terus membuat naskah yang memuaskan pembaca dan mendapat feedback langsung dari reader semua. Kali ini naskah yang admin terbitkan merupakan naskah paling baru yang admin sendiri masih garap sampai sekarang. Kemungkinan akan terus berlanjut selama semangat menulis dan inspirasi masih ada di dada ini. Kalau tiba-tiba gak mood ya mau tak mau berhenti sejenak, tempo admin menulis selalu tergantung dari mood dan kondisi keseharian admin sendiri. Jadi admin minta maaf jika intensitas admin untuk posting mungkin tidak bisa terlalu intens tapi admin pastikan, admin gak akan benar-benar lupa dengan blog ini seperti 2 tahun belakangan. Selama admin masih menulis naskah, pasti akan diusahaakan untuk diposting di blog ini. So with out any further do, enjoy the story :).


Minggu, 14 April 2019

Review Anime 
SAO Alicization - Recollection


Hi Mina-san udah lama sekali admin terakhir review anime, karena harus fokus sementara untuk review beberapa tema technology khususnya dari dunia smartphone, niatnya admin mau membahas konsol game nanti, tapi untuk sekarang kita akan bahas tentang salah satu anime paling favorit buat admin sendiri dan jutaan orang lainya. SAO !! yap kali ini datang seaspn 3 nya setelah season 2 nya yang sudah berlalu di 2014. Butuh 4 tahun kira-kira untuk admin menunggu kelanjutan seasonya, dan benar-benar memuaskan. Kenapa? Mari kita bahas dibawah :D








 BACKGROUND


SAO untuk season ini hadir dengan 24 episode yang pemutaranya di Tv mulai pada 6 Oktober 2018 hingga episode terakhir pada 30 Maret 2019 kemarin. Admin benar-benar mengikuti tiap episodenya dan memang tidak terasa memakan waktu 5 bulan karena hanya 1 episode tiap minggunya. Agak menyebalkan memang, tapi ya itu salah satu kenikmatin tersendiri untuk orang yang mengikuti episode tiap minggunya. Ngomong-ngomong, kalian pasti sudah tau banyak tau tentang latar belakang dari SAO jadi admin tidak akan jelaskan banyak. Admin hanya tau season 3 ini akan terbagi menjadi dua sesi, jadi pada episode ke 24 bukanlah ending dari SAO season 3 ini. Masih ada 25 episode lagi yang akan ditayangkan pada Oktober tahun ini. Jadi sekarang tim produksi lebih memilih untuk istirahat sejenak dan akan kembali menayangkan Anime ini di jepang pada Oktober tahun ini. Mari kita tunggu akan sehebat apa nanti kelanjutan cerita dari Kirito, Eugo, dan juga Alice di Underworld.








SINOPSIS



 Cerita pada season 3 ini dimulai ketika kirito meneliti sebuah teknologi full dive terbaru perusahaan misterius bernama rath. tujuan diciptakan alat full dive ini awalnya sebagai sebuah terobosan teknologi dibidang medis yang diharapkan bisa digunakan dimasa depan, sebagai alternatif tujuan utama yaitu sebagai teknologi untuk memainkan game juga. Cara kerja alat ini sangat berbeda dengan teknologi sebelumnya, teknologi ini memungkinkan kita bermain dalam sebuah game selama berhari-hari atau bahkan lebih tanpa memakan waktu yang sama lamanya di dunia nyata. Contoh ketika kalian memainkan game ini dengan teknologi tersebut selama 3 hari di dalam game tersebut. ketika kalian log out dan bangun di dunia nyata mungkin hanya akan menghabiskan waktu selama beberapa jam. Kenapa seperti itu? karena teknologi ini menggunakan jiwa kalian untuk mensimulasikan dunia game di kepala kalian. artinya bermain game ini hanya seperti bermimpi, akan terasa begitu lama dan nyata di dalam dunia game sana tapi itu hanya layaknya bermimpi saja yang tidak memakan waktu begitu lama. Admin rasa cukup penjelasan tentang teknologi barunya, nah kita kembali ke jalan ceritanya. Tokoh utama dalam season ini akan cukup berbeda dari season-season sebelumnya. karena fokus akan ditambahkan untuk dua tokoh baru yaitu Eugo dan juga Alice, kedua orang ini adalah teman masa kecil kirito yang diciptakan didalam game menggunakan teknologi baru tersebut. mereka bukan NPC seperti kebanyakan game yang ada, mereka adalah manusia juga sama seperti Kirito sendiri. Hal yang cukup membedakan adalah masih rahasia, kalian nonton nanti ya hahaha. Petualangan dimulai setelah Kirito harus melakukan perawatan serius dan masuk ke dunia game tersebut dan bertemu eugo setelah beberapa tahun kejadian ketika Alice dibawa oleh Intergrety Knight karena melanggar peraturan untuk melewati batas dunia. Eugo dan Kirito akan menjadi patner menggantikan posisi Asuna pada 2 season sebelumnya. Buat kalian yang benar-benar tertarik harap menonton ya. Maaf spoiler sedikit hahaha :D







 Rating 8.9

 
Buat admin pribadi season 3 ini benar-benar memuaskan, karena nuansanya terasa begitu berbeda dari season-season sebelumnya. selain karakter utama yang berubah dan digantikan dengan 2 karakter baru, jalan ceritanya yang fresh dan jauh berbeda dengan season sebelumnya memberikan admin angin segar saat menonton anime ini, yang membuat admin harus menghela nafas ketika mengingat harus menunggu selama seminggu penuh untuk episode selanjutnya. Walaupun da beberapa pendapat lain yang mengatakan bahwa season ini kurang memuaskan karena beberapa faktor, dan ada juga yang tidak suka karena absenya Asuna dari petualangan Kirito di Underworld. Jujur sih admin juga agak kecewa karena Asuna tidak dilibatkan, tapi justru kejadian ini adalah sesuatu yang unik dan terhubung dengan season 1. Karena posisi kirito yang koma dan terjebak didunia game adalah posisi yang sama ketika Asuna masih koma dan juga terjebak di dunia game pada season 1. Admin rasa ini adalah kesempatan untuk Asuna membalas budinya dengan menyelamatkan Kirito pada akhirnya nanti dan menjemputnya di Underworld. Ini hanya spekulasi memang, tapi mungkin bisa benar dillihat dari posisi keduanya yang benar-benar sama walau pada masa yang berbeda. Pokoknya admin tidak kecewa sama sekali ketika melihat keseluruhan cerita season 3 ini dan benar-benar worth it untuk kalian tonton.






 Baiklah sampai disini review untuk minggu ini, semoga kalian menikmati membaca review dari admin untuk SAO Alicization-Recollection. Untuk sequelnya bisa kalian tonton di Oktober nanti, admin tau kalian tidak sabar karena adminpun merasakan hal yang sama. Tapi mari kita tunggu saja dan berharap yang terbaik. untuk kalian yang ingin menonton season 3 ini setelah membaca review dari admin silahkan cek link dibawah ya. Terimakasih banyak untuk kesedian kalian membaca, jangan lupa comment dan share ke teman-teman kalian yang tertarik dengan SAO. Kita ketemu lagi minggu depan ya! :D






 Admin sih lebih kangen Suguha dari pada Asuna XD
 

Minggu, 31 Maret 2019

AirPods 2 Review


Hi everyone its been a couple since the last review from me, and we just got a new launching product from Apple. And this product about the hottest, the newest, the famous, and unbelievable popular earbuds on the market! Ladies and gantlemen i present you airpods 2!! well thats bullshit XD sory justkid. lets jump into it shall we?






 




Yap as you can see, Apple is just announce and launch the next generation of airpods. But to be honest guys, this is not a second generation for me and maybe for everyone, and of course for everyone. Yeah you can see the comparison, the are exactly the same shape and looks. This second generations is all about minor upgrade for everyone. Just a couple minor upgrade that apple implanted to the new one, let say they made the new chip, the wireless charging for the case, the led notification on the front of the case and thats all that you got. there is nothing new about it, for sure. Even the sound of this earbuds are exactly same like the old one. there is no a completely sound isulation like the galaxy buds have for a batter quality of listening music. 











There is two different version of the airpods 2. The first is the one that have capabilty to wireless charging, and the second is the old version charge with the lightning cable. there is also option to you to brought the charging case for your old, i mean its not old because the new one is also the same one like the first airpods. But yeah you know what i mean guys. This charging case can be used for your first generation airpods so it can charge wirelessly like the new one. But come on, who are you trying to lie to apple?




Allright we are in the of review, so conclusion from me its simple. For people that want a big upgrade from your airpods, this is big no no for you to upgrade to second generation of airpods or aka new airpods. But for apple fan, its still a really good airbuds now on the market. The battery life is also improving 15% from the old one, even the they not made the battery capacity a little bigger from the old one. So yeah here is is, The new Airpods from Apple, my name is Dave and ill see you in the next one every week! :D 


Dont forget to comment and share people



Minggu, 17 Maret 2019

REVIEW 
REALME C1 2019 EDITION



Hi Mina-san ! Welcome to this week, today as my promise im going to giving all of you my full review for Realme C1 2019 edition. im using this device for almost 2 weeks now, and im so impressed with the device it self. And now im going to tell you a couple of reason from my statement. Lets jump into it !






Display Quaility 



With the quality on this device, im might say that the IPS panel on Realme C1 is not bad at all. Infact this is a good panel, the colour accourate, the brightness and view angle is also good enough for the price point. You can do anything you want with this great panel, watching video will be great with the size of the screen, even when you playing games with this device. Im not disaapointed at all, it has a great panel. If you compare the quality with the OLED display from samsung or apple, its so far away. But once again the price point it always helpfull. 




The Gaming Performance



 











The gaming performance, well is not good. Im allready playing a couple of games, like asphalt 9, Modern Combat 5 and a couple other games like PUBG Mobile. On the PUBG mobile i only can get a really low graphic performance. The max setting that i get its only on the balence setting, thats all. You guys never can got a HD or even HDR graphic performance. The fps is also really bad, 16 fps is the best thing that i get for sure. But hey its still playable for me. im still enjoying playing some other games like this in low setting. Its a bad quality performance, but overall still is not to bad.





The Battery Life

  
For information, i start using this device on 7 am in the morning until 10pm in the night. I took a couple of screenshot of the battery percentage every a couple hours. Im not heavy users like anyone else out there. im just using the device for open a couple of social media, whatsapp, line also doing some navigation on Maps and watching a couple video on youtube. And im playing games to just for this review, only 1 or maybe almost 2 hours when im doing the test for this phone. The unbelieveble fact is, the device still on the 64 percent capasity in the night before im getting sleep. That is super long lasting battery that ever seen on smartphone. Almost every flagship is lose their hand when we talk about the battery life. Because the battery coonsumption on the high end chipset and the amazing display on the flagship is so extraordinary wastefull. The only logic that can explain this situation with the Realme C1 is bacause the chipset, the snapdragon 450 is super effective with power consumption. The 6.2 inch display it self is only on HD+ , thats why this device can handle the battery life for almost 2 days. Incredible right ?









 8 Out Of 10

 

Allright Mina-san! For the final we get 8 out of 10 for the point of this device. And for the information maybe this is gonna be my daily driver for now on. Becasause im tired with the price tag of the Flagship and the truth is maybe im just broke as hell XD. Thank you so much for your attention, hope you guys enjoyed my review. And as always dont forget to share with people around you that have interested feeling with the device it self. And also comment down bellow to give your opinion about the review. Ill see you next time Mina ! :D




 

Minggu, 10 Maret 2019

Unboxing & Hands On 
Realme C1 (2019)














Hi guys Im back for this week, today its gonna be a little different from every single review's that i did so far. Because it was my first time to Unboxing a device and this case it was a smartphone for you guys. This is not gonna be a really much or a heavy review from this scenario, and it is a little hands on for you. Lets Jump into it shal we~






So ive got this device from one of the biggest online market from my country in asia, its only cost 1.5 Million Rupiah. If you exchange the cuurency to US, its only 120$, and that is pretty cheap right? You can easyly purchase he Ralme C1 in Amazon, just take a look if you interested. This device have 2 gigs of Ram and 32 gigs of storage. I know guys, maybe this not the best spec that you can get from a smartphone world. But if you take a look from the price and features that im trying to tell you in this hands on, i bet you gonna be surpirse. Let me tell you a couple good thing from this device. First of all, its get 6.2 inch IPS display with HD+ Resolution on the screen. Second of, it has bigger battery and im pretty sure it was a biggest battery that you can get from low end level smartphone. 4230 mAh is the capacity that giving some power juice to the device, and also it is the bigger battery that i ever test. Im just curious how long this battery is gonna be survive, are this is gonne be a day, or more than two days for reguler basis. I got know idea, lets doing some test for a weeks so i can tell you about this part next week. You have to be patient my friends :D. 








If you want to focus on the specification on the Realme C1, you can get a couple interested things. Like the snapdragon 450, it is the best efficient power comsumtion chipset in the 400 series from Snapdragon. You also find it has the Andreno 506 as the GPU, it can handle a couple basic games or also a heavy games like the new Asphalt 9 or PUBG Mobile, Modern Combat 5, Dragonest M SEA, Ragnarok M Enternal Love and so on. But for the graphic or frame rate, its was something that im not really sure. What im trying to say is the device can handle those game that i mantion before, its just gonne run perfectly fine and playable but not in the highest setting graphic. I know this is gonne be stay in low setting for the graphic, but if its still works and you also remember the price point you not gonna be disapointed at all. 






I also like the design from this device, yap i know what is the first thing that you will see from the screen. THIS PHONE GOT  A NOTCH, i know its just weird because a low end smartphone can have a notch. Something that you always see on the flegship or the mid range. But from 2018 to 2019 so many brand giving some juice on the market competition, they implanted a notch to their low end series. So many Brand doing this kinda things, you can drop the name like Xiaomi, Vivo, Oppo, LG, Asus, Huwawei, Honor, Infinix, Samsung and also the Realme it self. From my opinion it was a good thing that take place on the market. Because costumer and that was all you can have so many option and value, you dont have to spend so much money just for get a features that you might be wondering in a flagship. Oh yeah i was forget, for you that asking and never heard before about Realme Brand, im gonne tell you a quick information. Realme is Subsidiary from OPPO that focusing to giving a cheap device with a great features and quality. They've got a couple device like Realme 2, Realme 2 Pro, Realme U and also The Realme C1 that i have here. You can check out in Amazon if you interested to try some. And for all of you that stayed in Europe or US you dont have to worrys that you might not gonne see this device in you country because Realme is release the Realme device in the ASIAN region and the Global version. So you can get some of this in the online market from your country.









Allright i think we are in the end of this quick hands on, you can get a second part of this review next week. I need to testing out the Realme C1 for a weeks so i can telling you my complete opinion about this device. So far, its a good quality device from my opinion. And i think it just not gonne dissapointed me, but yeah let see what is gonna be happen next week. Ok im going to say that im enjoying doing this review, it was my first time so im really interested. For you that have some opinion about this review please giving some opinion on the comment section, and also share this review for people around you that have a interested feelings to The Realme Brand. Thanks for reading, and ill see you next week. 

























 

MATA NEE :D